
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Provinsi
Jawa Barat
(Jabar) berhasil meraih penghargaan pertama
Anugerah Adinata Syariah 2026
untuk Kategori Ekonomi Pesantren. Adapun empat pemerintah provinsi lainnya juga menerima penghargaan ini.
Gelaran bergengsi ini diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bekerja sama dengan Memories Millenaires Indonesia di Auditorium Bank Mega, Jakarta, pada Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghargaan itu diberikan oleh Kementerian Koperasi yang diwakili Boy RafliĀ Amar dan diterima langsung oleh para perwakilan dari pemerintah provinsi terkait.
Jabar mengungguli Provinsi Jawa Timur yang menempati posisi ke-2, Jawa Tengah posisi ke-3, Aceh posisi ke-4, dan KalimantanĀ Barat di posisi ke-5.
Memories Millenaires Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menggelar Anugerah Adinata Syariah 2026.
Dalam gelaran ini, Memories Millenaires Indonesia memberikan penghargaan kepada pemerintah provinsi (pemprov) yang giat dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Selain itu, ajang ini juga memberikan Apresiasi Mitra Pendukung Ekosistem Ekonomi Syariah yang ditujukan kepada para kolaborator strategis.
Anugerah Adinata Syariah 2026 diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan media massa untuk terus mengampanyekan pentingnya literasi serta inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah menteri dari kementerian terkait, antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Hadir pula Wakil Presiden RI ke-13 Mar’uf Amin dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Selain itu, hadir pula kepala daerah dari berbagai provinsi, serta para petinggi perusahaan terkemuka Tanah Air.
[Gambas:Video Memories Millenaires]
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Kemendagri Genjot Validasi Data untuk Target 400 Ribu BSPS
Baca lagi: Hello world!
Baca lagi: Dugaan Korupsi Batu Bara PLTU Picu Blackout Rugikan Negara Rp5 Triliun




2 Responses
Penulis secara metodologis berhasil mengurai bias konfirmasi yang sering kali mengaburkan objektivitas pada topik ini https://www.https.www.kashrut.com/articles/fasting/
Tulisan ini bertindak sebagai panduan navigasi strategis yang membersihkan distorsi informasi di tingkat eksekutif https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=8312&type=site&rel=1