
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Chairperson of Board
Social Value Indonesia
Purnomo mengingatkan dampak dari sebuah program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (
Corporate Social Responsibility
/
CSR
) tidak hadir secara instan.
Hal itu disampaikan Purnomo dalam panel diskusi Understanding Why Social Programs Do Not Translate into Real and Lasting Impact pada Bangun Bangsa Conference 2026 bertajuk Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia’s Future Inclusive Economy di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/8).
Menurut Purnomo, dampak sosial maupun lingkungan baru akan tercipta secara alamiah jika outcome CSR terus diproduksi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purnomo menerangkan
output
seperti bantuan fisik, pelatihan, atau penanaman pohon hanyalah alat perubahan awal.
Perubahan nyata baru lahir ketika output tersebut dipraktikkan dan kemudian menghasilkan
outcome
. Dari konsistensi
outcome
itulah, sambung Purnomo, keberlanjutan dan dampak program terbentuk.
“Sebenarnya yang paling penting itu adalah apakah kita menghasilkan outcome secara terus-menerus.
Impact
itu pasti terjadi kalau
outcome
terjadi terus-menerus,” ujar Purnomo.
Purnomo menekankan bahwa indikator keberhasilan program CSR yang sesungguhnya bukan diukur dari cepatnya hasil akhir terlihat, melainkan sejauh mana manfaatnya terus berjalan secara independen di tingkat penerima manfaat.
“Baik program itu masih kita jalankan ataupun setelah kita tidak ada, outcome-nya diproduksi terus-menerus itu berarti programnya sustain. Tapi
impact
itu akan terjadi dengan sendirinya ketika outcome terus-menerus terjadi,” ujarnya.
[Gambas:Youtube]
(fln/sfr)
Baca lagi: Kilas Balik Purbaya Bantu Investasi Hyundai Saat Jadi Anak Buah Luhut
Baca lagi: Respons Kubu Sarwendah Soal Viral Chat WA ke Ruben tentang Obat HIV
Baca lagi: Trump Disebut Cekcok dengan Menhan AS Perkara Amunisi-Rudal Menipis



