
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (
PMMP
) yang sebagian sahamnya dimiliki
Kaesang Pangarep
dikabarkan menghadapi masalah kredit macet, dan mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank setelah menghadapi tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/7), emiten pengolahan hasil perikanan ini memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk, dengan
outstanding
US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas sebesar Rp5,49 miliar.
Perseroan juga memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, PMMP masih memiliki pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.
“Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga,” tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi.
Perseroan mengakui mengalami kendala modal kerja dan membutuhkan sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,1 miliar untuk menjalankan kegiatan operasional.
[Gambas:Youtube]
Akibat keterbatasan tersebut, PMMP saat ini hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo. Untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.
“Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan,” tulis manajemen.
Penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada efisiensi tenaga kerja. Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Selain itu, sebanyak 82 staf tercatat mengundurkan diri.
Sebagai informasi, PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan milik Kaesang Pangarep, tercatat memiliki 188,24 juta saham atau sekitar 7,27 persen kepemilikan di PMMP.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Astronaut Kanada Kru Artemis II Pensiun Usai Terbang ke Bulan
Baca lagi: Tawaran Ditarik, Rencana Harry Menginap di Buckingham Palace Batal
Baca lagi: Debut Road to Success Pecahkan Rekor Popularitas iQIYI




5 Responses
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://ko.wikipedia.org/wiki/%EC%A7%84%EB%B3%B4%EC%8B%A0%EB%8B%B9 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Penulis secara metodologis berhasil mengurai bias konfirmasi yang sering kali mengaburkan objektivitas pada topik ini https://www.https.www.kashrut.com/articles/fasting/
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=292618 karena materi di sana cukup relevan.
Tulisan yang sangat mencerahkan arah kebijakan makro dan memberikan dampak nyata pada efisiensi alokasi sumber dayahttp://www.geocities.ws/ladyjiraff/authors.html
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=297091 juga.