
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) rumah susun (
rusun
) di sekitar
Stasiun Manggarai
, Jakarta, akan dilakukan pada Jumat (21/8) pekan ini.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi pembangunan rusun tersebut.
Adapun rusun itu dibangun di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”
Groundbreaking
di Manggarai hari Jumat. Saya sudah survei dua hari lalu,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).
Pembangunan rusun ini berbasis
Transit Oriented Development
(TOD) yang terhubung dengan transportasi publik dan aktivitas perkotaan.
Proyek hunian vertikal ini akan dibangun di Blok F dan Blok G Kawasan Stasiun Manggarai dengan memanfaatkan aset tanah berstatus Hak Pakai PT KAI.
Total area pengembangan mencapai sekitar 21.939 meter persegi, yang terdiri atas Blok F seluas sekitar 15.014 meter persegi dan Blok G sekitar 6.925 meter persegi.
Kawasan tersebut telah sesuai dengan peruntukan Zona Perumahan Kepadatan Sangat Tinggi (R-1) yang memungkinkan pembangunan rumah susun.
Rancangan bangunan juga memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), dengan batas ketinggian maksimal 151 meter.
Pembangunan dirancang secara vertikal dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal 55 persen dan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimal 11, serta ketinggian bangunan hingga maksimal 36 lantai.
Dari sisi konektivitas, kawasan hunian memiliki akses yang diklaim sangat dekat dengan Stasiun Manggarai, yakni sekitar 400 meter atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar empat menit.
Kawasan ini juga disebut didukung berbagai fasilitas umum dan fasilitas sosial dalam radius sekitar tiga kilometer.
Secara keseluruhan, pengembangan tersebut akan menyediakan 1.232 unit hunian yang tersebar di tiga menara utama, serta 150 unit ruang retail untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal, terdiri atas 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.
Hunian yang disiapkan terdiri atas tiga tipe, yaitu Tipe 28 (Studio) dengan luas sekitar 28 meter persegi yang terdiri atas satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu.
Selanjutnya Tipe 36 dengan luas sekitar 36 meter persegi yang memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan satu ruang tamu. Adapun Tipe 45 memiliki luas sekitar 45 meter persegi dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan ruang keluarga.
Hunian ini akan didukung melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan suku bunga sebesar 6 persen dan tenor hingga 40 tahun.
Pembangunan tahap awal untuk Blok G dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026, sedangkan pembangunan Blok F direncanakan menyusul pada Oktober 2026.
[Gambas:Video Memories Millenaires]
(dhz/sfr)
Baca lagi: Kapan Baic Punya Pabrik Mobil Sendiri di Indonesia?
Baca lagi: Purbaya Mau Evaluasi Efek Kerja Sama Perdagangan Bebas ke Industri RI
Baca lagi: Eks Karyawan Tuduh Zuckerberg Bohong Soal Keselamatan Anak di Medsos




One Response
Pembahasan yang disajikan sangat jelas dan tidak membingungkan. Saya mendapatkan wawasan baru yang cukup berguna setelah membaca artikel ini. Terima kasih telah membagikan informasi yang mudah dipahami dan bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi nusantara88 link alternatif.