
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
PT
Krakatau Steel
(Persero) Tbk mengungkap dampak
kebakaran
yang terjadi di area produksi
continuous tandem cold mill
(CTCM) pada
pabrik
cold rolling mill
(CRM).
Plt Corporate Secretary Krakatau Steel Rachman Hidayat menyatakan insiden tersebut menyebabkan pabrik CRM terkendala memproduksi cold rolled coil (CRC) full hard, namun operasional fasilitas lainnya masih tetap berjalan.
Dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Krakatau Steel menyebut peristiwa tersebut merupakan kondisi kahar (
force majeure
) yang diduga berkaitan dengan kebakaran di area produksi CTCM. Kejadian itu terjadi pada 19 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Perseroan telah mengalami peristiwa keadaan memaksa diduga sehubungan kebakaran pada area produksi CTCM di pabrik CRM,” tulis Rachman dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/7).
Meski produksi CRC
full hard
terdampak, ia memastikan sebagian aktivitas produksi di pabrik CRM tetap dapat berjalan.
Krakatau Steel menyatakan fasilitas
batch annealing furnace
(BAF) masih memproduksi CRC
soft
, sedangkan fasilitas
continuous pickling line
(CPL) tetap menghasilkan
hot rolled pickled and oiled
(HRPO).
[Gambas:Youtube]
Selain itu, Rachman memastikan pasokan CRC
full hard
untuk kebutuhan pasar domestik tetap dipenuhi melalui skema kerja sama dengan produsen CRC dalam negeri.
“Keberlangsungan supply CRC
full hard
nasional akan dipenuhi melalui skema kerja sama dengan perusahaan produsen CRC domestik,” tulis Rachman.
Dalam laporan tersebut, Krakatau Steel tidak menyampaikan adanya dampak lain terhadap kondisi hukum maupun keuangan perusahaan. Perseroan juga belum mengungkap estimasi kerugian maupun target pemulihan penuh operasional fasilitas yang terdampak kebakaran.
(del/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Panas Ekstrem Picu 11 Kebakaran di Kabupaten Tangerang dalam Sehari
Baca lagi: Hari Anak Nasional 2026, BNI Perkuat Program Pencegahan Stunting
Baca lagi: Netanyahu Pede Pakta Nuklir AS-Saudi Jalan Normalisasi dengan Riyadh




7 Responses
Informasi yang sangat edukatif buat khalayak luas. Terima kasih banyak atas pencerahannya admin! Untuk tambahan data pendukung dari sumber berbeda, silakan meluncur ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297491326_htm
Informasi yang disajikan sangat akurat dan ngebantu riset kecil saya jadi lebih cepat. Top cer! Rekomendasi bacaan tambahan yang relevan bisa diintip di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320304716_htm
Bahasannya daging semua nih min! Sangat setuju sama kesimpulan yang diambil penulis. Kebetulan kemarin saya nemu info terkait yang dibahas cukup mendalam lewat https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297554226_htm
Informasi yang disajikan sangat akurat dan kontekstual dengan apa yang lagi saya cari belakangan ini. Sukses selalu buat blognya! Rangkuman info pelengkap lainnya bisa dicek juga lewat https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297419525_htm
Sangat suka dengan kesimpulan akhir artikel ini, sangat objektif dan edukatif untuk khalayak luas. Keren admin! Kemarin saya juga menjumpai bahasan sejenis di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320273712_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320662132_htm
Ulasan yang sangat komprehensif dan menjawab pertanyaan saya selama ini. Sukses terus ya min! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, ada tulisan bagus di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297044337_htm