
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Kementerian Ketenagakerjaan (
Kemnaker
) mengungkap tips agar perusahaan bisa menjadi satu dari sekian mitra penyelenggara Program
Pemagangan
Nasional (PPN) 2026.
Per Kamis (16/7) ini, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan calon peserta PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 sudah dapat mendaftar dan memilih lowongan magang pada perusahaan yang telah dinyatakan lolos sebagai mitra penyelenggara.
“Kami mengajak para lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan memilih lowongan magang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya,” ujar Darmawansyah dalam keterangan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan perusahaan yang belum lolos sebagai mitra penyelenggara PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 menerima dua jenis notifikasi pada sistem berdasarkan hasil verifikasi.
Perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Dalam Proses Verifikasi” berarti belum lolos sebagai mitra penyelenggara PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026.
Meski demikian, perusahaan tersebut akan otomatis diikutsertakan dalam proses verifikasi dan seleksi PPN batch berikutnya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
[Gambas:Youtube]
Berbeda dengan itu, perusahaan yang menerima notifikasi “Penyelenggara Ditolak” juga belum lolos sebagai mitra penyelenggara PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026.
Untuk dapat mengikuti seleksi pada batch berikutnya, perusahaan perlu mendaftarkan kembali sebagai calon mitra penyelenggara.
Agar peluang lolos pada batch berikutnya semakin besar, Darmawansyah mengimbau perusahaan memperhatikan beberapa hal.
Pertama, memastikan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP), meliputi profil perusahaan, jumlah pegawai, dan data pegawai telah dilengkapi serta diperbarui melalui wajiblapor.kemnaker.go.id. Operator dan mentor perusahaan juga harus sudah tercantum dalam data WLKP.
Kedua, lowongan magang yang diajukan harus relevan dengan kualifikasi lulusan perguruan tinggi. Lowongan yang bersifat operator atau tidak sesuai dengan tujuan pengembangan kompetensi peserta berpotensi ditolak dalam proses verifikasi.
Ketiga, kurikulum magang harus selaras dengan posisi yang diajukan.
“Kurikulum yang jelas dan sesuai dengan posisi magang akan mempermudah proses verifikasi,” ujar Darmawansyah.
Ia pun mengapresiasi perusahaan yang telah berpartisipasi dalam PPN Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Partisipasi perusahaan dinilai menjadi modal penting dalam memperluas kesempatan pemagangan yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perusahaan yang telah berpartisipasi dalam Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 1 Tahun 2026,” ujar Darmawansyah.
(dhz/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Fakta-fakta Ledakan Gudang Amunisi TNI di Madiun
Baca lagi: Kubu Sarwendah Bantah Isu Eksploitasi Anak
Baca lagi: Dokter Sebut 2 Cangkir Kopi Sehari Masih Aman, Asal Tak Lewat Jam Ini




3 Responses
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://www.newswire.co.kr/?md=A10&act=article&no=1323&page=2 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Ulasannya sangat gampang dipahami, terima kasih! Pas banget saya lagi nyari info soal ini, plus nemu juga referensi tambahan di https://www.fablabs.io/users/robert1833 yang saling melengkapi.
Pembahasannya sangat berbobot dan informatif. Saya juga menyarankan artikel pendukung di https://sizexl-male-enhancement-scam-exposed.company.site/SAMPLE-Pink-Hoodie-p561984517 biar pemahaman kita makin utuh.