
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Kamar Dagang dan Industri (
Kadin
) Indonesia mengusulkan pemerintah kembali memberikan diskon
tarif listrik
sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah perlambatan aktivitas dunia usaha.
Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian mengatakan insentif tersebut dinilai lebih efektif karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kebijakan yang perlu dipertimbangkan dan langsung kena kepada seluruh lapisan masyarakat, mungkin lebih baik diberikan lagi diskon tarif listrik. Semuanya dapat berbagai kalangan dan itu akan sangat membantu daya beli,” ujar Fakhrul saat ditemui wartawan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta pada Rabu (15/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain diskon tarif listrik, Fakhrul juga menyarankan pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam jumlah lebih besar pada paruh kedua tahun ini.
“Saya memberi saran, di kuartal III dan kuartal IV ini sebaiknya berilah bansos dalam jumlah yang besar,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan menyusul hasil survei Kadin Indonesia Business Pulse Kuartal II 2026 yang menunjukkan pelaku usaha masih menilai daya beli masyarakat sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperbaiki untuk memulihkan optimisme bisnis.
[Gambas:Youtube]
Dalam survei tersebut, perbaikan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebijakan yang dinilai paling dibutuhkan pelaku usaha untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian, setelah stabilisasi nilai tukar rupiah, kepastian regulasi investasi, dan kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah.
Fakhrul mengatakan pemerintah perlu mendorong stimulus fiskal yang kuat dan kredibel agar konsumsi masyarakat kembali meningkat dan memberikan ruang bagi dunia usaha untuk memperbaiki kinerja.
“Yang paling dibutuhkan itu pemerintah harus meningkatkan daya beli, yang mana semuanya membutuhkan dorongan fiskal yang kuat dan kredibel,” ujarnya.
Menurut dia, pemulihan daya beli menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan sentimen positif pelaku usaha di tengah pelemahan kondisi bisnis dan penurunan minat investasi yang masih terjadi pada kuartal II tahun ini.
(lau/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Komdigi Tegaskan Daftar SIM Card Pakai NIK Orang Lain Bisa Dipidana
Baca lagi: Anemia pada Anak Masih Tinggi, Ini Cara Mencegahnya Sejak Dini
Baca lagi: Adian soal Buku Anotasi KUHAP: Kepastian Hukum Kebutuhan Utama Rakyat




3 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=293333 juga.
Konstruksi bahasa yang Anda gunakan sangat bersih dan efisien, setiap kata tampaknya memiliki fungsi spesifik yang menguatkan bangunan argumen utama https://bresdel.com/blogs/353737/https-www-facebook-com-BioBlendCBDGummiesNaturalSolution
Informatif parah! Akhirnya paham juga sama materi ini. Sekadar nambahin aja, di https://kldp.org/comment/254323 juga ada ulasan yang gak kalah seru soal isu ini.