
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Badan Pengelola Dana Perkebunan (
BPDP
) mengungkapkan pihaknya siap mendukung pembiayaan dana
subsidi
harga khusus
BBM
solar untuk kapal nelayan dan pelaku usaha perikanan.
Diketahui, pemerintah menetapkan harga khusus BBM solar tersebut sebesar Rp15 ribu untuk kapal nelayan berukuran 30-120 Gross Tonnage (GT).
Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP Mohammad Alfansyah menyampaikan saat ini pendanaan subsidi BBM solar masih tahap pembahasan. Ia menegaskan pihaknya siap untuk mendukung subsidi program tersebut saat ditanya oleh wartawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ya, BPDP siap
support
lah,” ujar Alfansyah kepada wartawan usai Media Briefing di Gedung BPDP, Jakarta Pusat pada Rabu (15/7).
Dalam kesempatan sama, Alfansyah mengatakan dana subsidi solar kapal nelayan tidak akan mengganggu program lainnya yang dilakukan oleh BPDP, yakni insentif Biodiesel B50 dan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Adapun insentif program transisi Biodiesel B40 menjadi B50 sepanjang 2026 yang disiapkan BPDP adalah Rp32,3 triliun.
[Gambas:Youtube]
“PSR, sarpras (sarana dan prasarana), riset, SDM (sumber daya manusia), tidak boleh tidak ada dananya, ya. Itu pasti harus ada dananya,” terangnya.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan harga khusus BBM solar tersebut diambil sebagai respons keluhan nelayan dan pelaku usaha perikanan soal harga solar non-subsidi yang menembus Rp20 ribu per liter.
“Harga BBM yang nonsubsidi sempat melonjak ke Rp21.300 (per liter) dan karena pengusaha nelayan ini perlu diberi harga kekhusuan, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah Rp15 ribu per liter,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, seperti ditayangkan kanal
Youtube Sekretariat Presiden
, Senin (13/7).
Sementara, harga BBM untuk nelayan di bawah 30 GT tetap sesuai harga solar subsidi Rp6.800 per liter. Harga tersebut jauh di bawah harga pasar.
“Harga daripada BBM yang nonsubsidi ini berdasarkan harga rata-rata produksi solar di dalam negeri itu bisa dipatok di angka Rp18.600 (per liter),” ujarnya.
Selanjutnya, kata Airlangga, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan menerbitkan regulasi terkait subsidi harga tersebut.
Airlangga mengungkapkan besaran subsidi sekitar Rp3.600 akan ditutup oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Sekarang BPDP memiliki cukup dana untuk membiayai hal tersebut, bukan oleh APBN, karena harga minyak solar dan biodiesel sudah dekat sehingga ada dana yang bisa digunakan,” ujarnya.
(fln/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Cuma Messi yang Bisa Jadi Maradona di Inggris vs Argentina
Baca lagi: Zahara dan Maddox Pasang Iklan Umumkan Hapus Nama Brad Pitt
Baca lagi: FOTO: Libur Telah Usai, MBG Kembali Disalurkan ke Sekolah




3 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/node/40508 tadi.
Artikel yang sangat bermanfaat, bahasanya ringan tapi ngena. Oh ya, buat yang mau eksplor lebih jauh bisa cek https://kldp.org/node/63416 rekomen banget buat nambah referensi.
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://kldp.org/comment/256857 di situ lengkap juga.