
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Perusahaan migas asal
Inggris
, BP berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (
PHK
) sekitar 700 pekerja
non-frontline
di seluruh dunia sebagai upaya menyederhanakan organisasi, meningkatkan profitabilitas dan memperkuat bisnis inti
minyak
dan gas.
Rencana tersebut tertuang dalam surat elektronik internal perusahaan, Kamis (30/7).
Pemangkasan akan berdampak pada sekitar 8 persen dari total 8.500 posisi
non-frontline
yang selama ini berada di bawah unit produksi dan operasional perusahaan. Sementara itu, BP memastikan posisi
frontline
seperti operator, teknisi, dan petugas pemeliharaan tidak akan mengalami perubahan signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jika posisi Anda terdampak, itu bisa berarti peran tersebut tidak lagi ada dalam organisasi baru, berubah secara material, atau dipindahkan ke bagian lain dalam organisasi,” demikian isi surat elektronik internal BP yang dikutip
Reuters
.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi BP untuk menyederhanakan operasional di tengah upaya menekan utang, meningkatkan laba, dan memperbesar imbal hasil bagi pemegang saham.
Perusahaan juga tengah memfokuskan kembali bisnisnya pada sektor minyak dan gas setelah mengurangi investasi di bidang energi terbarukan.
[Gambas:Youtube]
Sejak Meg O’Neill menjabat sebagai CEO pada April lalu, BP telah merombak struktur organisasinya dari tiga menjadi dua segmen bisnis, yakni
upstream
dan
downstream
. Struktur baru tersebut mulai berlaku pada awal bulan ini.
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, BP mempekerjakan sekitar 93.700 orang di 61 negara hingga akhir 2025.
Juru bicara BP membenarkan perusahaan tengah mengusulkan perubahan organisasi yang berpotensi mengurangi jumlah pekerja, meski tidak mengonfirmasi angka 700 posisi tersebut.
“Kami sedang membangun BP yang lebih sederhana, lebih kuat, dan lebih bernilai. Sebagai bagian dari proses ini, kami mengusulkan perubahan yang akan mengakibatkan pengurangan sejumlah posisi,” ujar juru bicara BP kepada
Reuters
.
Sebelumnya, media industri energi
Upstream Online
lebih dulu melaporkan rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut.
(lau/ins)
Baca lagi: Detik-detik Rudal Rusia Hantam Tempat Makan di Ukraina, Tiga Tewas
Baca lagi: 90 Anggota FIFA Diklaim Tolak Rencana Infantino Jual Saham Piala Dunia
Baca lagi: Istana Klaim Belum Ada Rencana Reshuffle di Awal Agustus



