
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Kepala Badan Gizi Nasional (
BGN
)
Sudaryono
berjanji membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, maupun laporan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (
MBG
).
Ia mengatakan seluruh aspirasi publik akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan di BGN.
“Kami ingin lebih banyak mendengar, ingin kemudian lebih banyak menerima masukan dari semua. Ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain, kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan,” kata Sudaryono usai dilantik di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudaryono mengatakan dirinya bersama jajaran BGN menyadari masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama dalam aspek tata kelola. Karena itu, Sudaryono menegaskan lembaganya tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalankan program MBG yang menjangkau seluruh Indonesia.
Ia menyebut masukan dari masyarakat diperlukan agar pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan semakin baik ke depan.
“Saya siap untuk kemudian mendengar semua aspirasi untuk kami pertimbangkan dalam kami mengambil keputusan,” ujarnya.
[Gambas:Youtube]
Selain membuka ruang kritik, Sudaryono menegaskan anggaran MBG yang berasal dari APBN harus benar-benar kembali memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menurut dia, setiap rupiah yang digunakan dalam program tersebut harus dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sesuai tujuan, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok penerima manfaat lainnya.
“Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan untuk rakyat. Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program,” katanya.
Sudaryono mengatakan manfaat MBG tidak hanya diukur dari pemenuhan gizi penerima manfaat. Program tersebut juga diharapkan menggerakkan perekonomian desa melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.
Ia mengaku telah melihat langsung dampak tersebut selama menjabat sebagai wakil menteri pertanian.
“Ini adalah program dari rakyat untuk rakyat. Dana APBN yang besar itu kemudian beredar di desa-desa. Kami melihat langsung bagaimana efeknya, kami melihat langsung bagaimana manfaatnya kepada ekonomi kita di desa-desa yang dirasakan secara penuh oleh para masyarakat kita, khususnya petani, peternak, dan lain-lain di desa-desa,” ujarnya.
Sudaryono sebelumnya resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Ia menggantikan Nanik Sudaryati Deyang yang mengundurkan diri karena menjalani pengobatan di luar negeri.
(del/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Menlu Sugiono Dorong Kolaborasi ASEAN-India di Bidang Maritim
Baca lagi: Presiden Iran Pezeshkian Umumkan Perang Total Skala Penuh Lawan AS
Baca lagi: Sejarah Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia dari Italia




2 Responses
Informasi yang disajikan sangat akurat dan kontekstual dengan apa yang lagi saya cari belakangan ini. Sukses selalu buat blognya! Rangkuman info pelengkap lainnya bisa dicek juga lewat https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320652877_htm
Suka sekali sama kesimpulan di akhir artikel ini, sangat objektif dan berbobot banget. Keren abis. Ringkasan informasi serupa yang cukup detail juga bisa diintip di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297516289_htm