
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Menko Bidang Perekonomian
Airlangga Hartarto
berharap perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (
Himbara
) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit di tengah naiknya suku bunga acuan atau
BI rate
.
“Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan,” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/6).
Pernyataan tersebut disampaikan usai Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran direksi dan komisaris Himbara di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Airlangga juga menyebut Prabowo memberikan penekanan terhadap seluruh jajaran direksi dan komisaris Himbara agar mereka menjalankan perannya sebagai agen pembangunan.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Himbara merupakan komponen penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia.
Ia menyebut bank-bank BUMN itu tidak semata-mata sebagai entitas bisnis, tapi juga memiliki pengaruh dalam menentukan arah kebijakan perekonomian nasional. Untuk itu, ia menekankan Himbara tak bisa hanya mengejar keuntungan belaka. Tapi juga harus membawa dampak positif terhadap masyarakat.
Rosan juga menyampaikan bahwa Prabowo menekankan asas kehati-hatian dalam menjalankan bisnis Himbara.
[Gambas:Youtube]
“Justru usaha kecil menengah ini yang kadangkala mendapatkan suku bunga lebih tinggi dari korporasi malah harus di level yang sama, bahkan harus lebih rendah,” ujarnya.
Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 Juni 2026.
Begitu juga dengan suku bunga
deposit facility
dinaikkan sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen dan suku bunga
lending facility
naik sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan ini merupakan langkah stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta sebagai langkah preemptive untuk menjaga inflasi 2026-2027 tetap berada di kisaran 2,5 plus minus 1 persen yang ditetapkan pemerintah.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 17 dan 18 Juni 2026 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers, Kamis (18/6).
(mnf/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: FOTO: Flash Mob Para Penari di Pasar Baru
Baca lagi: Lagi ‘Cutting Sugar’? Cek Gula Tersembunyi Ini di Produk Favoritmu
Baca lagi: Dasco Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah




3 Responses
Konten yang sangat berkualitas dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya sangat menikmati cara penyampaiannya yang sederhana namun tetap informatif. Terima kasih atas artikel yang bermanfaat ini. Jangan lupa mengunjungi https://curation.masternewmedia.org/p/535343350/2011/10/11/the-new-pearltrees-ipad-app-enables-a-new-kind-of-content-curation.
Konten yang sangat baik dan penuh manfaat. Saya sangat menikmati setiap pembahasan yang disajikan karena memberikan banyak pengetahuan baru. Terima kasih telah menghadirkan artikel yang berkualitas. Jangan lupa mengunjungi https://ralphouensanga.com/read-blog/5830_observational-research-on-glass-balustrades-a-modern-architectural-element.html?lang=French.
Informasi yang dibagikan sangat bermanfaat dan mudah diterapkan.https://www.broadsheet.ie/tag/a-limerick-a-day/page/108/