
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Presiden
Belarus
Alexander Lukashenko
menyatakan negaranya siap meningkatkan pasokan pupuk hingga memperluas kerja sama teknologi pertanian dengan Indonesia.
Komitmen itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7), yang salah satunya membahas penguatan ketahanan pangan kedua negara.
“Kami siap menyalurkan pupuk dalam jumlah yang lebih besar lagi, alat-alat pertanian, teknologi pertanian, dan lain sebagainya,” ujar Lukashenko dalam pernyataan bersama usai pertemuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukashenko mengatakan isu ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama pembahasan kedua pemimpin. Menurutnya, kerja sama di sektor tersebut semakin penting di tengah meningkatnya tantangan global, mulai dari konflik militer, persoalan energi, hingga gangguan jalur perdagangan internasional.
“Ini adalah hal paling penting yang berhasil diraih hari ini, pemenuhan ketahanan pangan antara kedua negara serta diskusi mengenai berbagai isu global,” ujarnya.
Ia menilai setiap negara perlu memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangannya sendiri agar tidak bergantung pada kondisi global yang kian tidak menentu.
“Di tengah situasi konflik militer, masalah energi, dan masalah jalur laut untuk perdagangan, hal-hal tersebut menjadi beban bagi orang-orang biasa. Saya sangat yakin akan perlunya kerja sama di bidang ketahanan pangan agar tiap negara dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri,” ujar dia.
“Belarus siap memberikan kontribusinya kepada Indonesia dalam persoalan ini, terlebih lagi untuk memenuhi kebutuhan pangan,” tambah Lukashenko.
Selain memperbesar pasokan pupuk, Lukashenko mengatakan Belarus juga menawarkan kerja sama alat dan mesin pertanian.
Ia menyebut sejumlah perusahaan manufaktur Belarus, termasuk produsen traktor dan kendaraan dari Minsk, memiliki pengalaman yang dapat dikolaborasikan dengan Indonesia.
Menurut Lukashenko, kerja sama tersebut tak hanya sebatas ekspor produk. Belarus juga siap memberikan pelatihan teknis bagi tenaga kerja Indonesia.
“Kami siap, tidak hanya sekadar mengirimkan barang, kami bahkan siap mengajarkan dan melatih ribuan orang Anda untuk bekerja di bidang teknik tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan pelatihan dapat dilakukan baik di Indonesia maupun langsung di fasilitas industri Belarus.
“Kami siap mendidik orang-orang tidak hanya di sini, di Indonesia, tetapi juga langsung di pabrik kami yang ada di Belarus. Kami juga siap membantu teman-teman Indonesia untuk bidang-bidang lainnya yang sedang dibutuhkan di Indonesia,” ujarnya.
Kerja sama pertanian memang menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan kenegaraan Lukashenko ke Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Belarus juga berminat mengimpor sekitar 14 ribu ton minyak sawit mentah (CPO) dan 120 ribu ton kakao dari Indonesia setiap tahun.
Selain perdagangan komoditas, kedua negara juga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang mekanisasi pertanian serta transfer teknologi.
[Gambas:Video Memories Millenaires]
(del/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Serikat Katolik AS Membangkang Paus Leo XIV, Vatikan Sanksi 6 Uskup
Baca lagi: Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli Batal
Baca lagi: Mengenal Karakter Utama Minions and Monsters




5 Responses
Membuka wawasan baru yang sebelumnya sama sekali tidak pernah terpikirkan.http://www.kufirst.center.ku.ac.th/antidiabeticcompoundspr/
Artikel yang bikin saya geleng-geleng kepala karena saking bagus dan banyak ilmunya. Terima kasih, sukses selalu https://www.kufirst.center.ku.ac.th/asean-food-safety-forum-9/
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.ciad.ufscar.br/?p=1103 tadi.
Artikel ini laksana oase intelektual yang membebaskan kita dari kungkungan dogma berpikir lama http://www.kufirst.center.ku.ac.th/grandopeningthepremiumku_live/ sudah sangat memuaskan sekali baca artikel ini
Penulis menyajikan argumen secara ksatria, didukung penuh oleh pembuktian yang tidak terbantahkan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/foodmicrobiologycontest4/