
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman
meminta Universitas Gadjah Mada (
UGM
) memperluas pengembangan
kedelai
lokal hingga 2.000 hektare.
Program yang dibiayai Kementan itu diharapkan menjadi langkah awal untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.
“Ini sangat bagus. Jadi kami langsung minta UGM, rencananya kemampuannya 1.000 hektare, tapi saya memohon kalau bisa 2.000 hektare dan biayanya dari Kementerian Pertanian,” kata Amran dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran mengatakan pengembangan kedelai tersebut merupakan bagian dari kerja sama Kementerian Pertanian dengan UGM yang mencakup lima hingga enam komoditas dengan nilai sekitar Rp40 miliar.
Menurutnya, kerja sama itu langsung ditindaklanjuti melalui pembelian hasil riset dan inovasi yang dikembangkan UGM, tanpa didahului penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Total kerja sama hari ini ada kurang lebih lima atau enam komoditas, itu Rp40 miliar. Kami langsung tindak lanjuti, bukan MoU tapi langsung kita beli karya-karya putra terbaik bangsa yang ada di UGM. Langsung kita beli dan kemudian kita kawal bersama,” ujarnya.
[Gambas:Youtube]
Selain kedelai, kerja sama tersebut mencakup pengembangan bawang putih, sapi perah dengan julukan Gama alias gagah dan macho, kakao, pakan ternak, serta pupuk berbahan batu bara bernama kali humat.
Untuk pengembangan kedelai, Amran mengatakan pihaknya akan mengawal uji tanam mulai dari 1.000 hektare hingga diperluas menjadi 2.000 hektare. Program itu rencananya dimulai di Jawa Tengah, bersamaan dengan pengembangan bawang putih dan kakao.
“Uji sampai 1.000 hektare, 2.000 hektare untuk kedelai, begitu juga bawang putih kita langsung kawal bersama,” katanya.
Amran juga mengklaim kedelai hasil pengembangan UGM memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan kedelai impor. Menurutnya, varietas tersebut merupakan kedelai
non-genetically modified organism
(non-GMO) dengan ukuran biji yang lebih besar.
“Ini kualitasnya lebih bagus karena non-GMO. Jadi ini sangat bagus. Apalagi kedelai lokal tapi butirannya lebih besar daripada impor,” ujarnya.
Amran mengatakan anggaran untuk pengembangan kedelai seluas 2.000 hektare diperkirakan mencapai sekitar Rp20 miliar. Menurutnya, apabila pengembangan tahap awal tersebut berhasil, luas tanam akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 100 ribu hektare.
“(Target pengurangan impor kedelai) kita lihat dulu 2.000 hektare. Kalau ini berhasil kita tingkatkan kalau perlu sampai 100 ribu hektare,” katanya.
Ia berharap kedelai tersebut sudah dapat dipanen pada akhir tahun ini.
Amran mengatakan kolaborasi dengan UGM menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan komoditas yang selama ini masih diimpor sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor melalui hilirisasi.
“Menyasar komoditas impor dan menaikkan komoditas ekspor. Hilirisasi kelapa, pala, kopi, kakao, mente, tebu. Jadi cara kita adalah bagaimana produk yang ada kita hilirisasi karena kita sudah unggul seperti CPO. Kemudian yang impor kita hasilkan sendiri,” ujarnya.
Menurut Amran, model kerja sama serupa sebelumnya juga dilakukan dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Kementan membeli benih hasil inovasi IPB senilai Rp250 miliar. Sementara untuk kerja sama dengan UGM, nilai yang disepakati mencapai sekitar Rp40 miliar.
“Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat kolaborasi kita seperti baru-baru ini dengan IPB, nilai benihnya yang kami beli Rp250 miliar. Itu langsung kami beli. Ini UGM hari ini kurang lebih Rp40 miliar kita sepakat. Jadi kalau kita bisa menghasilkan bibit-bibit unggul, benih-benih unggul, ngapain kita beli dari luar?” kata Amran.
Amran menambahkan dari 11 komoditas pangan strategis nasional, Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas.
Pemerintah kini mulai merintis peningkatan produksi untuk komoditas yang masih bergantung pada impor, termasuk kedelai dan bawang putih, sembari menjaga keberlanjutan swasembada padi dan jagung.
(del/ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Gol Casemiro, Brasil Samakan Skor Jadi 1-1 Menit ke-56
Baca lagi: Belajar AI Dapat Gaji Rp1,5 Miliar, Warga Indonesia Bisa Daftar?
Baca lagi: Indonesia Mulai ‘Terpanggang’, Suhu Tertinggi 38,6 Derajat Celsius



4 Responses
Penyampaian materinya sederhana sehingga mudah dipahami. https://www.siteprice.org/competitors/thompsonchoppers.com
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://cvedb.shodan.io/dashboard/cve/CVE-2008-5725 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://vulners.com/cve/CVE-2009-2653 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
memberikan solusi dan pengetahuan yang luar biasa setelah membaca dan tau isi artikel sebagus ini https://www.kufirst.center.ku.ac.th/innovative-smart-packaging-technology/