
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Menteri Pertanian (Mentan) Andi
Amran Sulaiman
memerintahkan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) mengusut tujuh perusahaan yang diduga menolak menyerap
tebu
maupun
gula
hasil produksi petani.
Perintah itu disampaikan setelah Amran menerima laporan saat memimpin rapat percepatan swasembada gula di Surabaya, Jawa Timur.
“Pak Dirut (SGN Mahmudi), itu yang tujuh perusahaan periksa ya,” kata Amran kepada melalui keterangan resmi dalam rapat percepatan swasembada gula di Surabaya, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah menerima laporan tersebut, Amran juga langsung menghubungi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) untuk meminta dugaan itu ditelusuri lebih lanjut. Ia meminta seluruh perusahaan yang disebut dalam laporan diperiksa.
“Periksa, Pak, semua namanya. Periksa semua,” ujar Amran kepada Dirkrimsus.
Laporan itu muncul saat rapat membahas berbagai tantangan dalam upaya mencapai swasembada gula nasional. Salah satu masalah yang disampaikan adalah dugaan sejumlah perusahaan tidak menyerap tebu atau gula milik petani dengan alasan keterbatasan kontainer maupun kendala distribusi perdagangan.
Amran menilai alasan tersebut tak dapat dibenarkan. Menurutnya, kepentingan petani harus menjadi prioritas, terlebih pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi gula untuk mendukung target swasembada.
“Sudah berapa puluh tahun itu, masa enggak mau sedikit berkorban untuk petani yang membuat dia kaya. Ini dosa apa ini. Sudah, nanti kita suruh periksa dulu,” katanya.
Amran juga menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi praktik usaha yang dinilai merugikan negara maupun petani. Ia menyinggung dugaan praktik underinvoicing pada komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang menurutnya selama ini menjadi perhatian pemerintah.
“Itu CPO namanya underinvoicing, negara bisa kehilangan triliunan rupiah selama puluhan tahun. Itu yang dikejar Bapak Presiden Prabowo Subianto. Yang menyerang, yang menyusup ke Indonesia adalah mafia,” ujar Amran.
Menurut Amran, setiap laporan yang berpotensi merugikan petani harus segera ditindaklanjuti agar tidak menghambat upaya pemerintah meningkatkan produksi gula nasional.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama jajaran PT SGN menggelar rapat evaluasi percepatan swasembada gula nasional.
Dalam rapat itu, Amran kembali menegaskan target pemerintah mewujudkan swasembada gula konsumsi dalam dua tahun melalui percepatan peremajaan tanaman tebu, peningkatan produktivitas, modernisasi budidaya, serta pembenahan tata kelola industri gula.
Ia menekankan peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian pasar bagi petani agar hasil panen dapat terserap dengan baik.
“Kalau produksi sudah kita tingkatkan, maka hasil petani juga harus dipastikan terserap. Negara harus hadir melindungi petani dari praktik-praktik yang merugikan,” ujarnya.
[Gambas:Video Memories Millenaires]
(del/pta)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Komdigi Soal Ongkos Biometrik Jadi Beban Opsel: Semoga Ada Keringanan
Baca lagi: Korban Penipuan Kursus Bahasa Arab Lapor ke Bareskrim
Baca lagi: Turis Asing ke Israel Anjlok Drastis Pascapandemi, RI Lambat Pulih




6 Responses
Terima kasih banyak atas pencerahannya lewat artikel yang berbobot ini. Keren abis informasinya admin! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, kemarin saya nemu tulisan bagus di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297262030_htm
Informasi yang sangat edukatif buat khalayak luas. Terima kasih banyak atas pencerahannya admin! Untuk tambahan data pendukung dari sumber berbeda, silakan meluncur ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297491326_htm
Terima kasih banyak atas pencerahannya lewat artikel yang berbobot ini. Keren abis informasinya admin! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, kemarin saya nemu tulisan bagus di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297495527_htm
Rapi banget susunan penjelasannya min, informatif dan padat isinya. Nambah ilmu baru hari ini. Buat temen-temen yang mau nyari alternatif bacaan sejenis, coba deh meluncur ke tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320606335_htm
Akhirnya nemu juga tulisan yang mengupas tuntas materi ini dengan bahasa yang santai. Makasih min. Info pelengkap yang searah bisa dicek juga lewat tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320662132_htm
Ulasan yang sangat komprehensif dan menjawab pertanyaan saya selama ini. Sukses terus ya min! Sebagai materi pembanding dari sumber berbeda, ada tulisan bagus di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297044337_htm