
Jakarta, Memories Millenaires Indonesia
—
Volkswagen
membuka peluang kembali memangkas sekitar 50 ribu
pekerja
tambahan di seluruh dunia. Hal ini sebagai bagian dari upaya menekan biaya dan meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global.
Mengutip
Reuters
, Selasa (14/7), rencana tersebut disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume dalam memo internal kepada karyawan.
Jika terealisasi, total pemutusan hubungan kerja (PHK) di grup otomotif asal Jerman itu bisa mencapai sekitar 100 ribu pekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Volkswagen sebelumnya telah menyepakati pemangkasan sekitar 50 ribu posisi di berbagai unit usaha, termasuk di Porsche dan Audi.
Blume mengatakan perusahaan masih menghadapi tekanan besar akibat biaya tarif yang mencapai miliaran euro, persaingan ketat di pasar China, serta tuntutan untuk meningkatkan efisiensi jaringan pabrik di Jerman.
Volkswagen juga menghitung biaya operasionalnya sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan perusahaan sejenis. Kondisi itu membuat perusahaan perlu kembali mengevaluasi struktur biaya, termasuk kebutuhan tenaga kerja.
“Secara teoritis, itu berarti pengurangan sekitar 50 ribu pekerjaan lagi di seluruh dunia,” kata Blume dalam memo tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan jumlah pasti karyawan yang akan terdampak masih dalam tahap kajian.
“Saat ini kami sedang menilai di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah, berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan,” ujarnya.
Rencana tersebut menjadi konfirmasi pertama dari manajemen Volkswagen mengenai kemungkinan pengurangan hingga 100 ribu pekerja. Sebelumnya, perusahaan enggan mengomentari laporan media mengenai besarnya jumlah PHK yang tengah dipertimbangkan.
Memo itu juga muncul setelah perwakilan pekerja mendesak manajemen menjelaskan rencana restrukturisasi yang dipaparkan Blume kepada dewan pengawas pekan lalu.
Dalam pernyataan resmi usai rapat dengan para pemangku kepentingan, perusahaan tidak menyinggung rencana PHK maupun penutupan pabrik.
Perusahaan hanya mengumumkan rencana memangkas kapasitas produksi dan secara bertahap mengurangi jumlah model kendaraan yang dipasarkan.
Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Volkswagen.
Tekanan terhadap Volkswagen juga tercermin dari kinerja sahamnya. Saham perusahaan turun ke level terendah dalam 16 tahun terakhir, sekaligus berkinerja lebih buruk dibandingkan sejumlah produsen otomotif besar lainnya di Eropa.
[Gambas:Video Memories Millenaires]
(ldy/sfr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: 5 Duel Kunci Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Baca lagi: Purbaya Ogah Kejar-kejar Pajak Orang Kaya Sampai Bangkrut
Baca lagi: Frozen Yogurt Lebih Sehat daripada Es Krim? Ini Kata Ahli Gizi




3 Responses
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=293333 juga.
Wah, tulisannya daging semua nih. Makasih sharing-nya min! Btw kalau ada yang mau cari referensi tambahan, cek aja di https://kldp.org/comment/259025 karena mirip-mirip pembahasannya.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di https://kldp.org/comment/259043 siapa tau ngebantu.